Rabu, 03 Maret 2010

suatu sore

sore awal Januari
labuhkan perahumu
pada sanubariku
Bagaimana menyentuh dan meluruh

Di kedalaman matamu sayang matahari hadir
gelap telah temukan sinarnya

Perjalanan tak lagi menyakiti kakiku
Telaga dimana aku berdiam ada di mata jiwamu
Kaitkan mantelmu biar angin tak meniupnya pergi
Namun mendekatlah lihat airmu di telaga jiwaku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar